08/10/14

HUT TNI KE 69

Inilah Rute Parade Tank Leopard Keliling Surabaya

Rabu, 8 Oktober 2014 11:29 WIB
Inilah Rute Parade Tank Leopard Keliling Surabaya
TRIBUN/DANY PERMANA
Penyandang tuna netra berfoto di depan Tank Leopard yang dipajang di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (29/8/2014). Kendaraan tempur milik TNI AD tersebut dipajang untuk memeriahkan kegiatan Independence Day Run 2014 yang akan dilepas langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu 31 Agustus mendatang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Dalam rangkaian HUT TNI, saat ini, Rabu (8/10/2014), digelar Parade Pameran Alutsista TNI keliling Kota Surabaya.
Parade yang dimulai pukul 08.00 itu menempuh rute sejauh 5 km.
Rutenya sebagai berikut :
Rute Utama mengambil start dari  Jl R Wijaya ( depan Kodam V) Jl. Gajahmada - menuju pertigaan Gunung Sari - Jl. Joyoboyo - Jl. Raya Darmo - belok kiri ke Jl. Bengawan - Jl. Kutai - Jl. Hayamwuruk - Jl. Ksatrian - menuju Finish di Jl. R Wijaya,
Rute Alternatif / Cadangan, Start dari Jl. R Wijaya -  Jl. Gajahmada - Jl. Hayam Wuruk - Jl. Adityawarman - Jl. Mayjen Sungkono, putar balik depan Gedung Juang 45 - Jl. Adityawarman - belok kanan ke Jl. Haymwuruk - Jl kesatrian - menuju Finish di Jl. R Wijaya.
Sebaiknya para pengendara menghindari rute-rute ini agar tidak terjebak kemacetan.

KETUA MPR 2014-2019

Ketua MPR: Rasanya Seperti Tersambar Petir

Rabu, 8 Oktober 2014 11:17 WIB
Ketua MPR: Rasanya Seperti Tersambar Petir
Tribunnews/Dany Permana
Ketua sementara MPR RI, Maymanah Umar (dua kiri) memberikan palu persidangan secara simbolis kepada Ketua MPR RI yang baru, Zulkifli Hasan usai pelantikan pimpinan MPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014). Paket dengan ketua Zulkifli Hasan yang diusung Koalisi Merah Putih akhirnya mengalahkan paket dengan ketua Oesman Sapta yang diusung Koalisi Indonesia Hebat melalui proses voting yang digelar anggota MPR. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Ketua MPR, Zulkifli Hasan, mengaku sebelumnya ia tidak terpikirkan sama sekali   akan diusung Koalisi Merah Putih (KMP) minus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai kandidat Ketua MPR. Ia pun baru minta untuk mengajukan diri, pada Selasa (7/10) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Kepada wartawan usai dilantik menjadi Ketua MPR di gedung MPR, Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014), Zulkifli mengatakan anjuran untuk  maju disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa.
"Saya baru tahu jam sembilan malam diperintahkan oleh Ketua Umum untuk maju sebagai ketua MPR. Rasanya seperti tersambar petir karena memang tidak punya cita-cita," katanya.
Setelah melihat perkembangan politik di komplek parlemen, dan setelah melalui berbagai pertimbangan, kader PAN itu pun memutuskan untuk maju. Nama Zulkifli di usung oleh KMP, berama empat orang Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, Evert Ernest Mangindaan dan Oesman Sapta.
"Dicalonkan pimpinan DPR saja saya mundur. Tetapi terakhir diminta oleh pak Hatta maju sebagai Wakil Ketua MPR, sebetulnya saya tadinya juga keberatan, tapi karena tugas, itu pantang bagi kita untuk menolak," katanya.
Ia menegaskan KMP mengusung kader PAN sebagai Ketua MPR bukan lah merupakan hasil lobi, akan tetapi murni spontanitas dan pertimbangan sejumlah petinggi partai pendukung KMP.
Usulan KMP tentang paket pimpinan MPR, memenangkan suara terbanyak dengan 347 suara, mengalahkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang hanya mendapatkan 330 suara.
Hasil tersebut cukup mengagetkan, karena sebelumnya KIH yang mengklaim mendapat dukungan dari DPD dan belakangan juga didukung PPP, diatas kertas suaranya jauh di atas KMP. Namun hasil akhir menunjukan KMP mendapatkan suara terbanyak. (NURMULIA REKSO PURNOMO).

30/09/14

Bahkan di Amerikapun Presidennya dipilih tdk langsung. Untuk pencerahan kita semua agar tdk salah memaknai demokrasi. Indonesia punya demokrasi yg terbaik di dunia yaitu Demokrasi Pancasila. bahkan saat ini PBB belajar dgn Indonesia.
Sistem pilpres AS tergolong unik, melihat betapa tuanya sistem ini diterapkan di sebuah negara demokratis terbesar di muka bumi ini.
internasional.kompas.com|By Kompas Cyber Media
Selamat malam sahabat.
Mahkamah Konstitusi hari ini 29 September 2014, menggelar sidang uji materi (Judicia review) mengenai penolakan UU No. 17 tahun 2014 pasal 84 yang bertentangan dengan UU 27 tahun 2009, menyatakan bahwa partai politik pemenang pemilu legislatif berhak menjadi ketua DPR.
Namun gugatan tersebut ditolak oleh Mahkamah Konstitusi dan Jabatan Ketua DPR serta badan kelengkapan DPR mendatang akan ditentukan oleh anggota DPR terpilih.

10/05/14

LENSA OLAHRAGA

Myanmar Taklukkan Timnas Indonesia U-19

07-05-2014 21:36

 | Evan Dimas

Review: Myanmar Taklukkan Timnas Indonesia U-19
Timnas U-19 tertunduk di GBK © ist

Bola.net - Timnas Indonesia U-19 harus menelan pil di laga kedua melawan Myanmar U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (7/5/2014) malam. Unggul 1-0 di babak pertama, Evan Dimas dkk harus tertunduk setelah Myanmar membalas dua gol di menit-menit akhir babak kedua.

Indonesia yang melakukan rotasi pada laga kedua tetap mengandalkan permainan cepat dari kaki ke kaki khas Garuda Jaya. Evan Dimas yang di laga pertama dijaga ketat, pada laga ini harus kembali merasakan pressing tinggi dari para pemain Myanmar.

Sepuluh menit babak pertama berjalan, Myanmar memperoleh peluang pertamanya melalui tendangan Tan paing. Beruntung tendangan jarak jauhnya masih mampu diantisipasi oleh kiper Indonesia yang kali ini dipercayakan kepada Awan Setho.

Semenit kemudian, Indonesia membalas. Sebuah serbuan lewat kaki Ilham Udin mampu menerobos pertahanan Myanmar sebelum memberikan umpan kepada Maldini Pali. Sayang, tendangan kaki kanan Maldini masih mampu ditepis kiper Myanmar, Myo Min Latt.

Usai peluang Maldini tersebut, Indonesia semakin gencar memberikan tekanan ke pertahanan Myanmar. Sebaliknya, Myanmar kembali bermain defensif dan mencoba memukul balik lewat serangan balik.

Setelah hampir sepanjang babak pertama sukses memainkan strategi defensif, Myanmar justru kebobolan di akhir babak pertama. Sundulan Putu Gede memanfaatkan umpan Ilham Udin Armayn gagal diantisipasi oleh pertahanan Myanmar. 1-0 Indonesia memimpin di babak pertama.

Di awal babak kedua, Indonesia terpaksa harus bermain dengan 10 pemain setelah Ichsan Kurniawan dinilai wasit Thariq Alkatiri mengulur-ulur waktu saat akan digantikan Zulfiandi.

Unggul jumlah pemain nyatanya tak membuat Myanmar bermain lebih agresif. Sebaliknya, Garuda Jaya justru mampu tampil lebih agresif menekan pertahanan ketat Myanmar.  Bahkan Indonesia sejatinya memiliki dua peluang emas lewat Evan Dimas. Namun kedua peluang tersebut gagal dimaksimalkan Evan Dimas meskipun tinggal berhadapan dengan kiper Myanmar.

Petaka bagi Indonesia datang di lima menit jelang pertandingan usai. Sebuah serangan cepat yang dilancarkan Myanmar pada menit ke-88 gagal diantisipasi pertahanan Indonesia. Sepakan Aung Thu yang tak terkawal di dalam kotak penalti mampu mengecoh Awan Setho. Skor berubah menjadi imbang 1-1.

Sukses menyamakan kedudukan membuat pemain Myanmar semakin bersemangat. Hasilnya, sebuah handsball dari Ryuji Utomo pada injury time di dalam kotak penalti saat berusaha menghentikan pergerakan Aung Thu diganjar penalti. Kapten Myanmar, Nanda Kyauw yang maju sebagai eksekutor pun sukses mengelabui Awan Setho. Skor 2-1 untuk keunggulan Myanmar pun bertahan hingga pertandingan usai.